Agenda
20 May 2019
M
S
S
R
K
J
S
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
Banner
Pemkot Bandar LampungKementrian Pendidikan
Jajak Pendapat
Bagaimana materi dari website ini ?
Sangat bermanfaat
Isinya bermanfaat
Biasa saja
Kurang bermanfaat
  Lihat
Statistik

Total Hits : 144033
Pengunjung : 44195
Hari ini : 68
Hits hari ini : 216
Member Online :

Lampung Butuh Guru Produktif

Tanggal : 30-05-2015 15:32, dibaca 446 kali.

Guru SMK hanya berjumlah 10.144 orang dari total 112.440 guru di Lampung. Padahal dengan adanya peraturan wajib belajar 12 tahun, guru SMK sangat dibutuhkan. Ironisnya, pemerintah memoratorium penerimaan PNS, termasuk guru, hingga lima tahun mendatang.

    Kendati demikian, Kasi SMK Disdik Lampung Bambang Joko mewakili Kepala Dinas Pendidikan Lampung Hery Suliyanto menjelaskan, penerimaan guru lewat PNS bisa diakomodasi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lampung dengan terus membuka seleksi PNS secara berkala di tiap kabupaten/kota meski secara terbatas.

     ”Paling mendesak di SMK yakni pengadaan dan distribusi tenaga guru profesional yang produktif di segala bidang kejuruan. Dibukanya jalur itu, tentu menjadi angin segar di saat keterbutuhan tenaga guru itu tidak sebanding dengan jumlah sekolah apalagi muridnya,” ucapnya.

    Menurutnya kebutuhan guru produktif tidak hanya terjadi di Provinsi Lampung, tapi juga hampir di seluruh Indonesia. Dengan jumlah yang disebutkan di atas, maka ketentuan pelaksanaan UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) kurang terimplementasikan dengan baik di tingkat SMK di Lampung.

    ”Kalau memang tidak hanya di lampung tapi juga di daerah (propinsi) lain keterbutuhan jumlah guru SMK berkurang maka UU Sisdiknas harus dievaluasi ulang. Kami sudah lakukan langkah peningkatan tapi semua kembali berpulang pada (Disdik) kabupaten/kota sebagai pihak yang punya wewenang terhadap regulasi sekolah maupun gurunya,” terangnya.

    Bambang juga mengomentari rendahnya kualifikasi strata kelulusan guru SMK di Lampung. Meski dia mengaku belum mendapat data pasti karena data dipegang tiap Disdik kabupaten/kota,  tapi dia mempredikasi jumlah lulusan guru SMA dan SMK tidak jauh beda. Dia menjelaskan dari 112.440 jumlah guru di Lampung yang lulus S2 hanya 10.665 orang, sedang S1 52.827 orang sedangkan dibawah kedua itu 48.012 atau jika diprosentasekan hanya berkisar 42% yang sudah sarjana.

     ”Keterlambatan guru SMK melanjutkan kuliah karena selain kesibukan Kegiatan Belajar Mengajar,  juga karena kesempatan mereka juga kecil. Antar mereka harus bersaing ketat dengan kuota yang kita buka,” ujarnya.

    Maka dari itu banyak guru SMK yang disulap dari guru lulusan teknik yang dilengkapi dengan pelatihan atau kuliah tambahan ilmu keguruan agar menyamai standarisasi guru SMK yang ditetapkan Disdik kabupaten/kota. ”Banyak pendidik (SMK) yang keilmuannya tidak mengarah ke kejuruan. Banyak sarjana (teknik) yang disulap jadi guru SMK diberbagai tempat. Tapi itu tidak masalah asalkan ilmu basic kuliahnya selaras dengan yang diajarkan di kelas dan di depan siswa,” katanya.

    Meski banyak menyimpan problematika, Bambang menambahkan banyak SMK di Lampung yang meraih prestasi akademik dan non akademik baik lokal, regional, nasional hingga internasional. ”Kalau memang mengangkat seni budaya dan kearifan lokal tentu dihargai bangsa asing. Pengakuan itu selaras dengan data yang spesifik dengan rinciannya yang komplet,” imbuhnya.

    Dia mencontohkan SMKN 5 Bandarlampung lewat salah satu kejuruan Kriya Kayu dan logamnya sudah dapat pengakuan dunia internasional karena memiliki cita rasa seni budaya yang dipandang tinggi. Begitu  juga di SMKN 2 Bandarlampung dimana salah satu jurusan kekurangan guru untuk Teknik Bangunan. "Itu yang harus kita tanggung saat pengelolaannya nanti di tahun 2015 dikembalikan ke Disdik Provinsi, fokus kita pada keran pengadaan guru di tingkat kabupaten/kota setelah pengembalian itu kita lakukan pemetaan ulang tenaga guru (SMK) hingga bisa dicarikan program kerja hingga solusi mengatasi hal ini”. Radar Online [edi's]



Pengirim : Edi Susanto, M.Pd.
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas